Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Banyumas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banyumas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 April 2017

Perlukah Pemekaran Kabupaten Banyumas?



ISU pemekaran Kabupaten Banyumas kembali mencuat. Kali ini dilontarkan oleh Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein. Wacana ini disampaikan saat bupati membuka acara Festival Seni di Alun-alun Banyumas, Sabtu (15/4) malam.

Di depan ribuan orang, Bupati menyampaikan bahwa dirasa perlu memekarkan Kabupaten Banyumas. Pemekaran yang dimaksud adalah memisahkan antara Kota Purwokerto dengan kecamatan-kecamatan menjadi kabupaten baru. Sebagai catatan, Kabupaten Banyumas memiliki 27 kecamatan terdiri dari empat kecamatan kota eks kota administratif dan 23 kecamatan.

Setidaknya bupati menyampaikan dua alasan soal pemekaran tersebut. Pertama, pemekaran sebagai upaya mengatasi kesenjangan desa dan kota. Alasan kedua, di Kecamatan Banyumas saat ini sudah terdapat fasilitas umum yang dianggap layak mejadi ibukota kabupaten. Fasilitas yang disebut antara lain : Alun-alun, Pendapa Sipanji, Rumah Tahanan, Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, dan Kejaksaan.

Selain itu, bupati di podium menyampaikan akan melakukan tindaklanjut terkait upaya pemekaran yakni berkonsultasi dengan gubernur dan Presiden RI. Saat penyampaian ini, sebagaian penonton bertepuk tangan seperti mendukung langkah pemekaran.

Menjadi pertanyaan, apakah pemekaran Kabupaten Banyumas diperlukan??
Menurut pendapat saya, terkait wacana pemekaran ini perlu disikapi dengan pemikiran kritis.
Beberapa poin tersebut menurut saya adalah :

1. Penyampaian wacana pemekaran Kabupaten Banyumas yang disampaikan Bupati berdekatan dengan momentum Pilkada Kab. Banyumas 2018, sehingga bisa dimaknai sebagai bentuk komunikasi politik mengingat penyampaian wacana dilontarkan oleh pejabat yang kemungkinan memiliki kans untuk mencalonkan diri.

2. Penyampaian alasan terkait pemekaran untuk mengatasi kesenjangan pembangunan desa dan kota dirasa kurang tepat. Mengingat saat ini, pembangunan di desa mendapat dana yang cukup besar dari pemerintah pusat. Sehingga desa dengan kewenangannya bisa membangun sesuai kebutuhannya.

3. Memang benar di Kecamatan Banyumas saat ini sudah terdapat sejumlah fasilitas publik, namun perlu diingat pula masih butuh lebih banyak perkantoran baru, sumber daya pegawai, serta pendapatan asli daerah kabupaten baru untuk membiayai belanja pembangunan.

Demikian ulasan singkat dari saya, semoga bisa menjadi pemantik untuk diskusi. 

Rabu, 12 April 2017

Yuk Intip Tiga Pasal Prioritas Penggunaan DD dalam Permendesa No 4 Tahun 2017





PEMANFAATAN Dana Desa (DD) tahun 2017 sebelumnya diatur dalam Permendesa Nomor 22 Tahun 2016 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa. Disebutkan, bahwa prioritas ada dua bidang yakni : Bidang Pembangunan dan Bidang Pemberdayaan.

Kemudian terbit Permendesa Nomor 4 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Permendesa PDTT Nomor 22 Tahun 2016. Apa saja perubahan itu..? Perubahan tersebut ada pada tiga pasal, seperti yang kami cantumkan di bawah ini.



1. Bab III Pasal 4 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa

Dalam Pasal 4 ini disebutkan bahwa DD bisa diprioritaskan untuk pelaksanaan program
dan kegiatan yang bersifat lintas bidang, yakni :

a. Kegiatan BUMDes atau BUMADes
b. Kegiatan Embung Desa
c. Produk Unggulan Desa atau Kawasan Perdesaan
d. Sarana Olahraga Desa


2. Bab IV Pasal 9 tentang Mekanisme Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa

Dalam Permendes No 22 Tahun 2016 disebutkan : mekanisme penetapan prioritas penggunaan DD adalah bagian dari perencanaan pembangunan desa,

sedangkan dalam Permendes No 4 Tahun 2017 disebutkan bahwa : mekanisme penetapan prioritas penggunaan DD adalah bagian dari perencanaan pembangunan desa yang tidak terpisah dari perencanaan pembangunan nasional.

3. Bab VII Pasal 17 A tentang Ketentuan Peralihan

Pasal ini merupakan tambahan, karena sebelumnya tidak diatur dalam Permendes No 22 Tahun 2016.
Dalam Pasal 17 A disebutkan : apabila ada peraturan yang lebih tinggi, yang mendorong perubahan RKP Desa maka dapat dilakukan dalam Musdes. (*)

Jumat, 11 November 2016

Batik Tulis Banyumas Ikut Pameran di India




BATIK tulis merupakan warisan budaya yang sudah diakui dunia.
Tentunya kita merasa bangga bila batik bisa mendunia.
Ini yang dirasakan para pembatik tulis asal Desa Papringan, Kecamatan Banyumas.

Selama dua hari, Jumat-Sabtu (11-12 November 2016), produk batik dari kelompok perajin batik PRINGMAS ikuti pameran Expo Indonesia 2016 di World Trade Centre, Mumbai, India. Kelompok Batik PRINGMAS merupakan binaan UMKM Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Depum Bank Indonesia (BI) Jakarta. Dukungan dari pemerintah daerah juga besar dengan turut ikutnya Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein dalam rombongan untuk mengenalkan potensi batik tulis. Adapun dari Kelompok PRINGMAS diwakili Ibu Iin.

Dari keterangan yang dihimpun, di ajang pameran luar negeri ini stand batik Banyumas melakukan promosi dan edukasi batik kepada khalayak. Pada hari pertama pembukaan pameran, banyak pengunjung yang datang ke stand.

"Batik yang disertakan adalah batik-batik tulis kelas premium, dalam arti dari segi motif maupun bahan kainnya yang bagus. Kami juga membawa banyak batik tulis dari pewarnaan alami," kata Cici, pegiat batik yang dihubungi di Desa Papringan, Banyumas.

Dengan kesertaan batik tulis Banyumas dalam ajang promosi di luar negeri tentu kita berharap agar pamor batik lebih dikenal. Juga acara ini bisa mendorong pelestarian batik serta meningkatkan esejahteraan para pembatik.

Ingin tahu lebih banyak tentang batik Banyumas? Anda bisa datang ke sentra batik yang berada di Desa Papringan, Kecamatan Banyumas. (**)

Minggu, 06 November 2016

Yuuuk Ikuti Festival Dongeng 2016




PEGIAT Literasi yang tergabung dalam Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Banyumas bakal menggelar Festival Dongeng. Kegiatan yang berisi Lomba Mewarnai, Lomba Literasi, Outbond, dan Dongeng Anak ini akan diadakan pada hari Minggu, 27 November 2016 di Lapangan Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Banyumas.

Ketua FTBM Banyumas, Heru Kurniawan mengatakan, kegiatan dilakukan sebagai upaya menumbuhkan minat baca dan mengenalkan kebiasaan dongeng bagi anak-anak. Selain itu juga menjadi ajang berkegiatan para penggiat dan pengelola taman baca masyarakat (TBM) di Banyumas.

"Kegiatan diikuti oleh anggota taman baca serta masyarakat umum di Desa Kalisalak maupun pelajar di Banyumas," kata Heru di silaturahmi rutin yang diadakan di TBM An-Nafi, Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, Minggu (6/11) siang.

Secara teknis, kegiatan Festival Dongeng sesuai kesepakatan rapat Minggu siang adalah :
1. Lomba mewarnai untuk PAUD/TK
2. Lomba mewarnai untuk SD kelas 1 - 3
3. Lomba melengkapi gambar untuk kelas 4 - 6
4. Lomba outbound untuk kelas 4, 5, 6 SD dan SMP (kelompok 5 anak)
5. Lomba literasi untuk PAUD/TK, SD kelas 1 - 3, SD kelas 4 - 6.

"Kegiatan diadakan dalam rangka Hari Dongeng," tambahnya. Sebagai bentuk penghargaan, tiap kategori lomba diambil juara 1, 2, dan 3 serta mendapatkan piala dan piagam. Kegiatan terbuka bagi masyarakat umum atau pelajar. Biaya pendaftaran Rp 10.000 bagi non-anggota TBM. Sedangkan bagi anggota TBM Rp 5.000. Untuk pelajar di Kalisalak dapat kebijakan gratis.

"Kegiatan sederhana tapi mengena sasaran untuk mengenalkan dongeng serta menumbuhkan minat baca," tambah Soimah, TBM Bina Wacana, selaku tuan rumah acara. Nantinya, ada kegiatan mengasyikan karena akan diadakan outbond.

"Outbond dilaksanakan di lapangan dengan berbagai jenis permainan. Anak-anak pasti senang," ujarnya. Jenis outbondnya adalah kawat 'berlistrik', jaring laba - laba, estafet gembira, dan menangkap ikan. Panitia berencana mengundang Bunda PAUD Nasional, Ibu Erna Husein (Istri Bupati Banyumas) untuk hadir membuka acara.

Yuuuk..ikutan Festival Dongeng..(**)