Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label taman baca masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label taman baca masyarakat. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2016

Mendorong Gerakan Literasi untuk Perubahan Desa




Tulisan ini ingin mengetengahkan hubungan dukungan Dana Desa dengan tumbuhnya minat baca. Dalam Permendesa Nomor 22 Tahun 2017 tentang Prioritas Pengunaan Dana Desa 2017 diatur pengalokasian DD untuk kegiatan mendorong literasi di desa. Yuk simak..

"BAPAK, ibu, apa di desa ini ada perpustakaan desa? atau taman baca?," tanya saya dalam proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa 2017. Tim penyusun RKP menggeleng kepala, mensiratkan tidak ada keberadaan keduanya.

"Apa dalam RPJM Desa ada rencana untuk membuat taman baca atau perpustakaan desa," .
Dari hasil pengamatan saya berkeliling di desa-desa dampingan, semua desa belum tersedia bahan bacaan yang mudah diakses masyarakat. Paling ada bacaan berupa surat kabar harian, itupun ada di balai desa yang sebagian pemanfaatnya adalah perangkat desa. Saya berkesimpulan, kebutuhan bahan bacaan bagi masyarakat desa belum tersedia.

Tertuang di APBDes

Mendorong tumbuhnya minat baca di desa menurut saya bukan hal gampang. Selain belum tersedianya bahan bacaan di sekitar mereka, juga belum muncul kesadaran atau kebutuhan melek literasi. Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi memfasilitasi pendirian taman baca masyarakat dan perpustakaan desa dengan Dana Desa.

Ini diatur dalam Permendesa Nomor 22 Tahun 2017 disebutkan Dana Desa boleh untuk pengadaan bahan bacaan. Hal ini dijelaskan dalam Lampiran I Permendesa No.22/2016 Bab II huruf C termasuk dalam Bidang Pembangunan Desa. Disebutkan prioritasnya masuk dalam sub Pengadaan, pembangunan, pengembangan, dan pemeliharaan sarana prasarana pendidikan dan kebudayaan.

Pengalokasian ini perlu didukung dengan perencanaan dan dukungan dari Pemerintah Desa (Kepala Desa dan Perangkat Desa).

Saya pernah ditanya oleh seorang penggiat TBM di Banyumas. "Bagaimana cara kami mengakses dana desa untuk TBM,?".

Jawaban saya, usulan ini harus masuk dalam draft RKP Desa 2017 agar bisa menjadi usulan dan ditetapkan dalam Perdes APBDesa 2017. Tanpa masuk ke  APBDes, kegiatan apapun tidak akan teranggarkan pendanaannya.

Minat Baca

Tidak kalah penting adalah mendorong minat baca masyarakat desa itu sendiri. Apakah mereka mau membaca? Ini menjadi tantangan! Mengingat masyarakat kita terbiasa bertutur lisan, dan budaya literasi belum terbangun. Menurut saya yang harus dilakukan untuk mendorong tumbuhnya budaya literasi di desa antara lain :

1. Merasangsang kelompok masyarakat dengan kegiatan yang berkaitan dengan minat baca. Misalnya mendekati kelompok remaja dan pemuda dengan kegiatan perlombaan terkait budaya baca, misalnya lomba menulis sejarah desa, membacakan sejarah desa, atau drama sejarah desa.

2. Mendekatkan akses bahan bacaan ke desa. Hal sederhana yang bisa dilakukan (barangkali nanti bisa saya lakukan) adalah menitipkan buku-buku yang menarik, pengetahuan populer saat berkunjung ke desa. Harapannya, membaca buku menjadi hal familiar.

3. Menjadikan membaca dan menulis sebagai peluang mendapatkan tambahan penghasilan.
Membaca dan menulis bisa menjadi hoby yang menghasilkan uang. Hal ini bisa disenergikan dengan program Sistem Informasi Desa (SID) : website desa. Dengan dilatih menulis atau program jurnalis desa, masyarakat diajarkan menulis potensi ekonomi desa dan melakukan penjualan secara online.

Dengan cara ini, potensi desa dikenal oleh masyarakat luas serta membuka celah penjualan online.
Dengan menumbuhkan budaya literasi di desa, semoga bisa menjadi cara perubahan di desa. Masyarakat jadi melek literasi dan media, menambah wawasan da pengetahuan, serta meningkatkan kesejahteraan. Semoga.

SALAM MERDESA.

Rabu, 19 Oktober 2016

Lomba Mewarnai Mengasah Ketelitian Anak




JANGAN anggap enteng event atau gelaran lomba mewarnai bagi anak-anak. Pasalnya, melalui kegiatan ini rupanya bisa mendatangkan banyak manfaat untuk mendorong masa tumbuh kembang. Misalnya, mengasah ketelitian, kehati-hatian, kesabaran, dan nilai seni.

Karena itu, Taman Baca Masyarakat (TBM) Bawor berinisiatif menggelar lomba mewarnai bagi murid TK dan SD. Lomba diadakan secara sederhana di kompleks pingpongan RT 05 RW 07 Kelurahan Bancarkembar, Kecamatan Purwokerto Utara, Banyumas pada Minggu sore, 16 Oktober 2016. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta yang terbagi dari kelompok A (usia TK), kelompok B (murid kelas 1-3 SD), dan kelas C (murid kelas 4-6 SD).

Pendiri TBM Bawor, Hanan Wiyoko mengatakan, kegitan ini untuk membiasakan anak-anak di kompleks taman baca untuk berani tampil dan memiliki semangat berkompetisi. Selain itu juga dimaksudkan untuk mengenalkan TBM Bawor di RT 05 RW 07 Bancarkembar.

"Alhamdulillah, konsepnya sederhana tapi mendapat sambutan antusias anak-anak dan orangtua. Kegiatan ini bisa dimaknai untuk merangsang anak agar memiliki kemauan untuk datang dan membaca di TBM Bawor," ujar Hanan yang juga Ketua RT 05 RW 07 ini.

Sebelum dimulai lomba, para peserta terlebih dahulu mengikuti sesi latihan mewarnai yang diadakan empat hari sebelumnya. Saat digelar lomba, tiap peserta mengerjakan kertas mewarnai yang berbeda-beda. Untuk kelompok A, peserta mewarnai gambar buah dengan bidang warna yang besar. Kemudian kelompok B mewarnai gambar anak perempuan bermain pasir di pantai. Sedangkan kelompok C mengerjakan bidang gambar dengan tingkat kesulitan yang lebih rumit yakni gambar dua Minion bermain di laut. Saat sesi lomba digelar, para orangtua terlihat di lokasi. Mereka menyemangati dan mengarahkan anak untuk memberi warna yang sesuai.


Diakhir acara, pengurus TBM memberikan bingkisan kepada juara 1 dan 2 dari setiap kategori. Yang dianggap menang adalah hasil karya yang memiliki komposisi warna bagus, rapi, serta mewarnai dengan teliti. Sebagai pemenang di kategori A adalah Zidan dan Gusti. Pemenang 1 dan 2 kategori B adalah Salma (Kelas 3 SD AL Irsyad 1 Purwokerto) dan Sandova (Kelas 3 SDN 3 Bancarkembar). Sedangkan juara 1 dan 2 kategori C adalah Nabila (Kelas 6 SDN 3 Bancarkembar) dan Wahyu. Karya-karya para pemenang terbilang bagus dan indah. Kegiatan ditutup dengan foto bersama para peserta sembari memegang hasil karyanya. (**) 

Selasa, 18 Oktober 2016

TBM Bawor Partisipasi Dialog Interaktif di Satelit TV



MEMBACA itu penting karenanya perlu didorong kegiatan untuk menumbuhkan minat baca masyarakat. Banyak cara yang dapat dilakukan, diantaranya melalui gerakan kesukarelaan membaca mulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar tempat tinggal. Dengan adanya ketersediaan bahan bacaan serta rangsangan untuk mau membaca, diharapkan minat baca masyarakat Indonesia, dan Banyumas pada khususnya dapat meningkat.

Demikian satu diantara poin yang mengemuka dalam talkshow 'Dialog Interaktif' Peringatan Hari Aksara yang disiarkan live di SatelitTV, Selasa (18/10) selama satu jam. Hadir sebagai pembicara adalah Fuad Zein Arifin (pustakawan Perpusarda Banyumas), Heru (pengiat Rumah Kreatif Wadas Kelir), perwakilan Dinas Pendidikan Banyumas, dan Hanan Wiyoko (pendiri TBM Bawor). Acara dimulai pukul 19.30 WIB hingga 21.30 WIB yang dipandu oleh host Obi Suharjono (Satelit TV).

"Dari hasil penelitian, diketahui minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah. Yakni rata-rata 27 halaman buku dalam satu tahun. Posisi ini menempatkan posisi Indonesia diposisi kedua terendah," kata Zunianto Subekti, Pimpinan Redaksi Satelit TV memantik diskusi sebelum acara dimulai.

Kondisi ini ditanggapi seragam oleh para pembicara yang menyatakan keprihatinannya.Rendahnya minat baca dalam diskusi tersebut diantaranya karena faktor minimnya ketersediaan bahan bacaan, masyarakat kesulitan mengakses bahana bacaan, harga buku yang mahal, sarana dan prasana perpustakaan yang kurang memadai, serta kurangnya dorongan gerakan literasi di masyarakat.

"Masyarakat perlu dirangsang kegiatan untuk menumbuhkan minat baca. Kehadiran relawan gerakan literasi perlu diperhatikan agar gerakan taman baca masyarakat bisa berkembang," kata Hanan Wiyoko. Perkiraan jumlah TBM di Banyumas saat ini lebih dari 100 lokasi. Rencananya Forum TBM Banyumas akan menggelar pertemuan dan pelatihan mengelola administrasi TBM pada 20 Oktober mendatang di Perpusarda Banyumas.

Di awal diskusi, masing-masing pembicara mempresentasikan upaya yang sudah dilakukan untuk mendorong minat baca. Dari Perpusarda Banyumas menjelaskan adanya kegiatan perpustakaan keliling ke desa-desa, layanan program Silang Terpadu, serta peminjaman koleksi buku. Adapun dari Dinas Pendidikan Banyumas menjelaskan adanya peningkatan sarana dan prasarana pembuatan gedung perpustakaan serta masyarakat bisa menjalin MoU dengan perpustakaan sekolah untuk meminjam buku. Kemudian dari Rumah Kreatif Wadas Kelir dan TBM Bawor menjelaskan kegiatan yang dilakukan serta tantangan menggerakan kegiatan menumbuhkan minat baca.

Saat diskusi, Fuad Zein mengapresiasi terbentuknya TBM Bawor yang tumbuh dari masyarakat serta bentuk kegiatan riil gerakan literasi.

"Meski menggunakan meja pingpong dan sarana yang terbatas namun bisa menumbuhkan semangat masyarakat untuk mau membaca," kata Fuad Zein setelah mendengarkan sekilas paparan TBM Bawor.
Tak terasa satu jam pun bergulir. Di penghujung diskusi, ada pemirsa yang melakukan interaksi dengan menelpon ke redaksi Satelit TV. Sebagai penutup, masing-masing pembicara diminta membuat kesimpulan singkat. Intinya, disepakati bahwa membaca itu penting sehingga gerakan literasi perlu ditumbuhkembangkan di tengah masyarakat.

Bisa membaca itu penting, tapi lebih penting itu punya minat baca.

Terima kasih kepada SatelitTV yang telah mengundang kami, TBM Bawor untuk bisa berpartisipasi. (**) 

Minggu, 09 Oktober 2016

TBM Bawor Terima Ratusan Judul Buku



Bantuan dari Gramedia Yogyakarta


KAMPUNG 57, BANCARKEMBAR - Sungguh senang dan bahagia rasanya. Kami menerima bantuan dua koli buku dari PT Gramedia Asri Media, Yogyakarta. Kalau ditimbang, berat buku dua koli atau dua kardus besar ini mencapai 60 kilogram..wooow beratnyaaah!

Bantuan ini diserahterimakan pada Sabtu, 8 Oktober 2016 di gudang Gramedia daerah Tajem, Yogyakarta. Buku secara simbolis diberikan dari pimpinan toko buku Gramedia Sudirman, Kotabaru, Yogyakarta Bapak Triguntoro kepada Hanan Wiyoko, pengarah TBM Bawor sekaligus Ketua RT 05 RW 07 Kelurahan Bancarkembar, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas (lokasi TBM Bawor).

"Kami mendonasikan dua koli buku kepada sekitar 20 taman baca dan instansi," kata Triguntoro usai menyerahkan buku. Penyerahan buku yang dilakukan sekitar pukul 12.10 WIB juga disaksikan Manajer Promosi PT Gramedia Asri Media Yogyakarya, Bapak Putro, dan pimpinan toko buku Gramedia Sudirman Bapak Yoto. Kami sempat berfoto bersama usai penyerahan buku.

"Terima kasih kepada Gramedia. Buku ini sangat bermanfaat. Semoga bisa mendukung gerakan literasi yang sedang kami bangun," kata Hanan Wiyoko.

Kemarin, para penerima donasi diberi kesempatan untuk memilih buku secara langsung di gudang Gramedia. Saya ditemani Slamet Prihantono (Mame), kawan saya di SMA N Banyumas yang saat ini bekerja di Yogyakarta. Sesi pemilihan berlangsung 'njlimet' karena kami harus memilih buku yang berserakan begitu banyaknya di rak-rak buku di dalam gudang.

Terima kasih Gramedia
Senang bisa bekerjasama mendorong gerakan literasi di Indonesia. (hwo)

Jumat, 07 Oktober 2016

Ketika Pingpongan Jadi Taman Baca

Taman Baca Masyarakat (TBM) Bawor Gugah Kemauan Belajar


KAMPUNG 57,BANCARKEMBAR - Pingpongan biasanya ya buat olahraga tenis meja. Tapi hal ini tak sepenuhnya berlaku di kampung 57 (baca: RT 5 RW 7). Di tempat kami, persisnya di Gang Pancawarna, lapangan pingpong yang berwarna hijau itu diubah menjadi meja besar. Net kami lepas, bet kami simpan. Meja ukuran 2 meter itu kami fungsikan untuk menggelar ratusan judul bahan bacaan.

Ya..karena keterbatasan sarana, meja pingpong dijadikan lokasi taman baca masyarakat. Meski sederhana, di lokasi ini ramai didatangi warga, khususnya ketika sore. Saat koleksi buku digelar, anak-anak dan kelompok ibu rumah tangga berdatangan untuk memilih buku.

TBM Bawor didirikan awal September 2016 lalu oleh Ketua RT 05 RW 07 Bancarkembar, Hanan Wiyoko. Tujuannya untuk mendorong semangat membaca sejak dini bagi kelompok anak-anak serta menambah wawasan dan mengisi waktu luang bagi ibu rumah tangga. Koleksi buku dikumpulkan dengan membagi proposal serta Gerakan Donasi Satu Rumah Satu Buku.

Yuuuk mari membaca. (hwo)