Entri Populer

Jumat, 11 November 2016

Batik Tulis Banyumas Ikut Pameran di India




BATIK tulis merupakan warisan budaya yang sudah diakui dunia.
Tentunya kita merasa bangga bila batik bisa mendunia.
Ini yang dirasakan para pembatik tulis asal Desa Papringan, Kecamatan Banyumas.

Selama dua hari, Jumat-Sabtu (11-12 November 2016), produk batik dari kelompok perajin batik PRINGMAS ikuti pameran Expo Indonesia 2016 di World Trade Centre, Mumbai, India. Kelompok Batik PRINGMAS merupakan binaan UMKM Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Depum Bank Indonesia (BI) Jakarta. Dukungan dari pemerintah daerah juga besar dengan turut ikutnya Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein dalam rombongan untuk mengenalkan potensi batik tulis. Adapun dari Kelompok PRINGMAS diwakili Ibu Iin.

Dari keterangan yang dihimpun, di ajang pameran luar negeri ini stand batik Banyumas melakukan promosi dan edukasi batik kepada khalayak. Pada hari pertama pembukaan pameran, banyak pengunjung yang datang ke stand.

"Batik yang disertakan adalah batik-batik tulis kelas premium, dalam arti dari segi motif maupun bahan kainnya yang bagus. Kami juga membawa banyak batik tulis dari pewarnaan alami," kata Cici, pegiat batik yang dihubungi di Desa Papringan, Banyumas.

Dengan kesertaan batik tulis Banyumas dalam ajang promosi di luar negeri tentu kita berharap agar pamor batik lebih dikenal. Juga acara ini bisa mendorong pelestarian batik serta meningkatkan esejahteraan para pembatik.

Ingin tahu lebih banyak tentang batik Banyumas? Anda bisa datang ke sentra batik yang berada di Desa Papringan, Kecamatan Banyumas. (**)

Otniel Tasman, Seniman Banyumas yang Go International



NAMANYA Otniel Tasman.
Dia kelahiran Banyumas.
Keahliannya adalah menari. Koreografer profesional.
Penari yang kerap melakoni 'Lengger Lanang' ini terbilang sudah go international.
Sudah beberapa negera disinggahi untuk mengenalkan kesenian Indonesia, khususnya Banyumas.

Saya belum pernah bertemu langsung.
Paling berteman lewat Facebook dan ngobrol lewat aplikasi Whatsapp. Saya merasa salut, Banyumas memiliki penari muda yang memiliki talenta luar biasa.

"Ini masih berjuang mengenalkan kesenian Banyumas kususnya karena ngomongin lengger Banyumas sangat kompleks," kata Otniel, yang meraih titel Sarjana Seni dari Institut Seni Surakarta (ISI) tahun 2014.

Pria kelahiran Banyumas Januari 1989 ini mengatakan, terinspirasi sosok penari Dariah, maestro Lengger Lanang, asal Desa Plana, Kecamatan Somagede, Banyumas.

"Dari sosok Dariah, lahir 3 karya saya yakni Lengger laut, Penantian Dariah, dan Nosheheorit," katanya sambil menautkan link Youtube karyanya https://www.youtube.com/watch?v=cyG3UXUi3mg&feature=youtu.be.

Ia kemudian menceritakan sekilas tentang Lengger Laut yang membuat saya penasaran.

"Lengger Laut kuwe berawal dari riset ku tentang Dariah pada saat aku takon mbok Dariah jane lanang apa wadon beliau tidak menjawab.  Dari situ saya mencoba mengintrepetasikan sosok dariah sekarang. Elemen-elemen penting seperti spiritualitas beliau (nginang, ngrowot, laku ritual) cara berinteraksi dengan masyarakat, cara menari menjadi elemen penting pada karya Lengger Laut untuk mendifinisikan sosok Dariah. Laut disini merupakan penemuan riset artistik ketika saya menyatukan esensi kehidupan laut sama seperti Dariah. Karya ini fokus kepada bagaimana Dariah merumuskan identitasnya  sampai pada tahap dia sekarang ini, tentunya dengan yakin, percaya diri, perjuangan, dan semangat dia mampu pada titik  peleburan dualitas antara laki-laki dan perempuan di tubuh Dariah," katanya.

Go Internasional

Tentang kepiawaiannya menari ia belajar di SMKI Banyumas (sekarang SMKN 3 Banyumas) dan di ISI Surakarta, Indonesia dari 2007 hingga awal 2014. Otniel Tasman kerap terlibat dalam berbagai produksi sebagai penari untuk beberapa koreografer Indonesia seperti Wahyu Santoso Prabowo, Dwi Windarti, Fitri Steyaningsih, Eko Supriyanto, Eko Supendi, Nuryanto, S Pamardi dan Suprapto Suryodarmo.

Selain itu ia pun sudah menciptakan beberapa koreografi untuk lagu solo dan juga berkolaborasi dengan ensemble. Beberapa karyanya antara lain Salah, Rohwong, Angruwat, Barangan, dan Mantra. Ia telah tampil di berbagai festival di Indonesia maupun di mancanegara. Terakhir, ia terpilih untuk mengikuti program ChoreoLab: Process in Progress yang diadakan oleh Komite Tari, Dewan Kesenian Jakarta. (**)

Rabu, 09 November 2016

Filateli, Hobi Sekaligus Investasi





FILATELI bisa dibilang sebuah hobi yang langka di zaman internet seperti sekarang ini. Kemudahan mengirim surat lewat layanan surat elektronik (email) membuat pemanfaatan surat manual berkurang cukup drastis. Sebelum ada internet, orang biasa berkirim surat untuk menyampaikan pesan-pesan pribadi, kini fungsi surat tergantikan oleh layanan chating dari berbagai aplikasi atau media sosial. Alhasil pemanfaatan prangko pun menurun drastis.

Lalu apa hubungan prangko dengan hobi yang kita bahas kali ini?

Ya, prangko merupakan salah satu bagian benda koleksi dalam hobi filateli. Filateli adalah kegiatan mengumpulkan atau mengoleksi benda pos, seperti prangko. Baik itu prangko bekas (yang sudah dicap) maupun prangko baru. Adapun orang yang terjun melakukan hobi filateli dikenal dengan nama filatelis.

Meski sedikit orang menggunakan jasa surat pos dan menempel prangko, hobi filateli tak semata mati. Masih ada orang-orang maupun komunitas filateli yang tekun menjalankan hobi ini. Apa sih asyiknya?

Awalnya prangko diciptakan sebagai bea pengiriman jasa surat. Tanpa ditempel prangko, surat tentu tidak diproses untuk dikirim ke alamat tujuan. 

Selain berfungsi sebagai bea pos, prangko juga memiliki nilai tambahan yakni keindahan (estetika) dan pendidikan (edukasi). Karenanya prangko dicetak dengan gambar dan ukuran beraneka jenis yang khas dan indah. Sedangkan fungsi edukasi disematkan dalam pesan yang dimuat dalam gambar prangko. Misalnya, prangko bergambar Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 yang menunjukkan kota-kota yang dilalui gerhana, prangko seri dongeng rakyat nusantara sekitar tahun 1998, prangko seri rumah adat Indonesia, prangko seri flora dan fauna khas Indonesia serta banyak contoh lainnya.

Menurut penulis, karena dua fungsi yang diulas terakhir itulah menjadi alasan kenapa prangko layak dikoleksi. Prangko juga memiliki fungsi tambah sebagai benda seni yang memuat perjalanan suatu negara. Dengan mengoleksi prangko, sama halnya dengan membuat album kenangan tentang capaian segala aspek kehidupan sebuah negara. Apakah Anda percaya?

Secara sederhana saya jelaskan seperti ini. Prangko khusus biasanya dicetak untuk mengenang momentum atau peristiwa tertentu. Misalnya, peristiwa gerhana matahari total yang barangkali siklusnya ratusan tahun sekali, gelaran event pekan olahraga nasional (PON), piala dunia dan lain-lain. Dengan mengoleksi prangko, tentu kita mengawetkan sebuah momentum bersejarah atau peristiwa penting. Oleh karena itu, menyimpan prangko samahalnya dengan berinvestasi.

Kuncinya harus bersabar dan bertukar info dengan sesaa filatelis atau aktif di grup filateli. Prangko yang berusia 50 tahun, 100 tahun, atau bahkan lebih misalnya prangko 'Peny Black' tadi, tentu dicari para kolektor. Dengan demikian, prangko unik atau prangko khusus nilainya menjadi tak terkira karena menjadi benda seni yang dicari.

Lalu bagaimana cara memulai hobi ini?

Sederhana saja, mulailah dari mengumpulkan perangko. Bisa sembarang prangko yang diperoleh dari melepas prangko bekas yang menempel di amplop surat. Melepasnya pun harus hati-hati agar tidak merusak wujud fisik prangko. Bila tidak mendapati prangko bekas di rumah, Anda bisa menuju kantor pos terdekat dan menanyakan bagaimana cara mendapatkan prangko bekas. Di kantor pos pun anda bisa menyengaja membeli benda pos seperti prangko baru atau sampul hari pertama terbit untuk dikoleksi. Menyimpan prangko baru pun hal yang bagus, apalagi bila mengkoleksi prangko yang utuh.

Oya, bagi filatelis pemula bisa menghubungi atau bergabung dengan komunitas filatelis di kota masing-masing. Dengan bergabung bersama komunitas, banyak hal bisa diperoleh dan berkegiatan bersama. Misalnya bertukar koleksi prangko, diskusi, maupun hal-hal lain.

Menjadi filatelis? yoo ayooo.

Oya saya memiliki dua album perangko, kebanyakan dari prangko luar negeri dari India, China, Cuba, Hongkong, Australia, Amerika Serikat, Belanda, dan lainnya. Bila ingin bertukar prangko, bisa hubungi saya di 082133757839. (**) 

Minggu, 06 November 2016

Yuuuk Ikuti Festival Dongeng 2016




PEGIAT Literasi yang tergabung dalam Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Banyumas bakal menggelar Festival Dongeng. Kegiatan yang berisi Lomba Mewarnai, Lomba Literasi, Outbond, dan Dongeng Anak ini akan diadakan pada hari Minggu, 27 November 2016 di Lapangan Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Banyumas.

Ketua FTBM Banyumas, Heru Kurniawan mengatakan, kegiatan dilakukan sebagai upaya menumbuhkan minat baca dan mengenalkan kebiasaan dongeng bagi anak-anak. Selain itu juga menjadi ajang berkegiatan para penggiat dan pengelola taman baca masyarakat (TBM) di Banyumas.

"Kegiatan diikuti oleh anggota taman baca serta masyarakat umum di Desa Kalisalak maupun pelajar di Banyumas," kata Heru di silaturahmi rutin yang diadakan di TBM An-Nafi, Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, Minggu (6/11) siang.

Secara teknis, kegiatan Festival Dongeng sesuai kesepakatan rapat Minggu siang adalah :
1. Lomba mewarnai untuk PAUD/TK
2. Lomba mewarnai untuk SD kelas 1 - 3
3. Lomba melengkapi gambar untuk kelas 4 - 6
4. Lomba outbound untuk kelas 4, 5, 6 SD dan SMP (kelompok 5 anak)
5. Lomba literasi untuk PAUD/TK, SD kelas 1 - 3, SD kelas 4 - 6.

"Kegiatan diadakan dalam rangka Hari Dongeng," tambahnya. Sebagai bentuk penghargaan, tiap kategori lomba diambil juara 1, 2, dan 3 serta mendapatkan piala dan piagam. Kegiatan terbuka bagi masyarakat umum atau pelajar. Biaya pendaftaran Rp 10.000 bagi non-anggota TBM. Sedangkan bagi anggota TBM Rp 5.000. Untuk pelajar di Kalisalak dapat kebijakan gratis.

"Kegiatan sederhana tapi mengena sasaran untuk mengenalkan dongeng serta menumbuhkan minat baca," tambah Soimah, TBM Bina Wacana, selaku tuan rumah acara. Nantinya, ada kegiatan mengasyikan karena akan diadakan outbond.

"Outbond dilaksanakan di lapangan dengan berbagai jenis permainan. Anak-anak pasti senang," ujarnya. Jenis outbondnya adalah kawat 'berlistrik', jaring laba - laba, estafet gembira, dan menangkap ikan. Panitia berencana mengundang Bunda PAUD Nasional, Ibu Erna Husein (Istri Bupati Banyumas) untuk hadir membuka acara.

Yuuuk..ikutan Festival Dongeng..(**)


Sabtu, 05 November 2016

Yuk Latihan Mars Pendamping Desa : Video dan Lirik



MARS Pendamping Desa begitu menyentak dan penuh semangat. Patut diperdengarkan sebelum acara-acara atau kegiatan terkait pendampingan desa. Yuk simak liriknya dan berlatih menyanyi mars Pendamping Desa dengan menyaksikan videonya.


Kini saatnya bagi kaum muda
Penuhi panggilan tugas mulia
Singsingkan lengan baju untuk nusa 
Berkarya bagi tanah air tercinta

Mengolah sawah, hutan, lautan
Merawat sumberdaya kehidupan
Satukan tekad gelorakan semangat
Membangun bangsa yang makmur dan berdaulat

Musyawarah menjadi pandu warga
Adat istiadat lestarikan sukma budaya
Gotong royong sandaran bekerja
Keadilan sosial tujuan bersama

Bebaskan desa dari jerat kemiskinan
Mewujudkan kemandirian sandang pangan papan
Bergandeng tangan tulus ikhlas berjuang 
Mengabdi desa membangun Indonesia
Mengabdi desa membangun Indonesia

*) Video berisi foto-foto pelatihan Pratugas Pendamping Desa Provinsi Jawa Tengah 2016 yang diadakan 23 Oktober-4 November 2016. Saat pelatihan dihadiri oleh Kepala Bapermasdes Jawa Tengah, Tavip Supriyanto; guru desa Doktor Sutoro Eko, dan Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kemendesa, PDT, dan Transmigrasi Prof Ahmad Erani Yustika.

Yuk klik link youtube untuk lihat videonya : https://www.youtube.com/watch?v=iIS3qZXTXYg

Anggaran KPMD Jateng Capai Rp 39 Miliar





Jateng Satu-satunya Provinsi di Indonesia yang Bentuk KPMD

SATUAN Kerja (Satker) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Bapermasdes Provinsi Jawa Tengah, Joko Mulyono mengatakan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk terlibat aktif dalam pembangunan dan pemberdayaan di desa. Dikatakan Joko, Jawa Tengah menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki KPMD.


"Dari 33 provinsi di Indonesia, baru Jawa Tengah yang memiliki KPMD di tiap desanya," kata Joko Mulyono, yang juga menjabat Kabid Pengembangan Ekonomi Masyarakat di Bapermasdes Provinsi Jawa Tengah saat menutup pratugas Pendamping Desa Jawa Tengah 2016, baru-baru ini.

"KPMD harus ikut berpartisipasi (dalam pembangunan desa) karena menyangkut anggaran besar yakni Rp 5 Juta per desa untuk satu tahun anggaran," lanjut Joko di depan ratusan calon Pendamping Desa yang mengikuti pratugas selama 12 hari.

Data yang dipaparkan, di Jawa Tengah tercatat ada 39. 045 orang KPMD. Untuk operasional KPMD, dianggarkan dari APBD Provinsi Jawa Tengah sekitar Rp 39 miliar. Tiap desa terdiri dari lima orang KPMD yang terdiri dari satu orang perwakilan perempuan, dua orang eks pelaku kegiatan PNPM, serta dua orang dari unsur masyarakat. Dana Rp 5 juta itu digunakan untuk operasional selama satu tahun untuk mengcover lima orang anggota KPMD.

Sementara itu, Kepala Bapermasdes Jawa Tengah, Tavip Supriyanto saat pembukaan Pratugas Pendamping Desa 2016 mengatakan, setiap desa sudah memiliki KPMD. 

Sekadar informasi, salah satu unsur yang akan terlibat dalam pengawalan implementasi Undang-Undang Desa adalah kehadiran Pendamping Desa. Sesuai Peraturan Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pendampingan Desa disebutkan, salah satu pendamping Desa adalah dari unsur Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD).


Untuk lebih mendayagunakan dan mendorong kinerja KPMD, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Tahun 2016 memberikan perhatian kepada KPMD. Tujuannya menunjang pelaksanaan tugas dan tanggungjawab KPMD untuk mengawal implementasi Undang-Undang Desa dalam bentuk Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa yang telah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 66 Tahun 2015 Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 56 Tahun 2015 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah Desa Provinsi Jawa Tengah yang tertuang didalam pasal 13 huruf f yaitu Bantuan Operasional Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) dalam rangka pendampingan proses pembangunan di desa.   (**)

SALAM MERDESA

Jumat, 04 November 2016

Pendamping Desa Harus Bisa Tuntaskan 6 Masalah Ini

Penutupan Pratugas Pendamping Desa Jateng 2016



Pratugas Pendamping Desa Jateng 2016 Ditutup

SETELAH mengikuti pratugas, para Pendamping Desa (PD) Provinsi Jawa Tengah tahun 2016 diharapkan sudah siap bertugas. Mereka harus mampu menjawab harapan masyarakat untuk memberikan solusi atas masalah yang dihadapi pemerintah desa dan masyarakat.

Demikian harapan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermasdes) Jateng, Tavip Supriyanto saat menutup acara Pratugas Pendamping Desa Provinsi Jawa Tengah 2016 di Hotel Semesta, Semarang, Kamis (3/11) sore. Kegiatan tersebut digelar selama 12 hari, sejak 23 Oktober hingga 04 November 2016 yang diikuti 362 orang Pendamping Desa.

6 Masalah Desa

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kabid Pengembangan Ekonomi Masyarakat Desa Bapermasdes Jateng, Joko Mulyono, dijelaskan bahwa tanggungjawab berat berada di pundak para pendamping.

"Besar ekspektasi (harapan) pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat terhadap kehadiran Pendamping Desa. Mereka dianggap serba bisa, dianggap bisa memberi solusi. Ini bisa dianggap anugerah atau justru menjadi bencana bagi Pendamping Desa," tulis Tavip.

"Disebut anugerah karena pendamping desa mendapat kepercayaan besar untuk mengawal pemberdayaan dan pembangunan di desa. Tapi bisa juga jadi bencana, bila tidak cakap dan profesional sehingga bisa dibully, atau dipandang sebelah mata," lanjut Tavip seperti dibacakan Joko.

Menurutnya, Pendamping Desa ditantang untuk mampu menyelesaikan beragam permasalahan di desa. Antara lain, pertama kurangnya perencanaan dalam pembangunan desa, kedua partisipasi masyarakat yang rendah dalam pembangunan, ketiga kurangnya tata kelola keuangan desa, keempat demokratisasi politik lokal di desa, kelima tidak meratanya pembangunan di desa, dan keenam kualitas sumber daya manusia (SDM) perangkat desa yang masih rendah. 

"Begitu terjun ke kecamatan/desa, pendamping desa harus kenali lingkungan untuk memetakan masalah yang ada. Pelajari potensi, pegang tokoh kunci masyarakat. Lalu jalin komunikasi yang baik dengan cara silaturahmi. Mintalah izin untuk ikut bergabung dalam rapat-rapat forum kecamatan sehingga permasalahan desa dapat teratasi," kata Joko.

Sementara itu, dalam acara penutupan pratugas, Koordinator Pelatihan Nurul Hadi mengatakan, selama 11 hari efektif para peserta sudah menempuh 12 pokok bahasan dan 37 sub pokok bahasan. Tercatat semula ada 399 calon pendamping desa lolos seleksi, namun 37 orang tidak hadir karena sudah bekerja di tempat lain. Jumlah peserta terdiri dari 257 orang Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) dan 105 Pendamping Desa-Teknik Infrastruktur (PD-TI).

Sekadar informasi, kehadiran Pendamping Desa Profesional (PDP) merupakan amanah UU Desa untuk mengawal dana desa serta pendampingan dan  pemberdayaan masyarakat desa. Lahirnya UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa membuat desa diakui dan dihargai kewenangan lokal berskala desa. Sehingga desa diharapkan lebih maju, mandiri, kuat dan demokrtis. Besarnya kewenangan desa, harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas perangkat desa, lembaga kemasyarakatan desa, serta masyarakat. Juga tidak terlepas dari peran aktif pihak ketiga untuk turut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program pendampingan dan pemberdayaan di desa untuk memwujudkan Nawacita Presiden Joko Widodo ketiga : Membangun Indonesia dari pinggiran. 

SALAM MERDESA!! (**)